Oleh: demoffy | Desember 6, 2008

Foto Gerhana Bulan 17 Agustus 2008

By nggieng • Sep 28th, 2008 at 8:37 am • Category: Astrofotografi, Dari Balik Kamera

gerhana-bulanGerhana Bulan 17 Agustus 2008. Foto : nggieng, Olah Citra: tupang

Bulan Agustus lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 2008 terjadi fenomena Gerhana Bulan Sebagian. Fenomena tersebut bisa terjadi saat bulan sedang beroposisi terhadap matahari atau sedang berada dalam fase purnama dan melewati bayangan Bumi. Hal ini menyebabkan terjadinya gerhana Bulan baik gerhana sebagian maupun gerhana total.

Saat GBS terjadi, dari Bandung salah satu lokasi pengamatan berada di SPD LAPAN Tanjung Sari, Sumedang oleh nggieng, tupang, Retno dan Rasdewita. Citra yang ditampilkan kali ini, dipotret oleh nggieng, dan diolah oleh tupang.
sumber

Oleh: demoffy | Desember 6, 2008

Supernova, Cara Bintang Mengakhiri Hidupnya

By ivie • Oct 2nd, 2008 at 10:24 am • Category: Bintang

300px-keplers_supernovaSupernova. Kredit : NASA
Mendengar kata Supernova, rasanya sudah tak asing lagi bagi sebagian pembaca di Indonesia. Bagaimana tidak, supernova pernah diangkat menjadi judul salah satu novel beberapa tahun lalu. Tapi kali ini, kita tidak sedang mebicarakan supernova yang novel itu, melainkan supernova, ledakan bintang maha dsyat yang terjadi di alam semesta.

Dahulu kala, di galaksi yang sangat jauh, sebuah bintang meledak. Ledakannya sangat besar hingga terangnya lebih bercahaya dibanding galaksi tempat ia berada. Tipe ledakan seperti ini kemudian dikenal sebagai Supernova. Nah, supernova di galaksi kita terakhir kali ditemukan sekitar 400 tahun yang lalu. Namun, bukan berarti supernova di tempat lain tak pernah ditemukan.

Supernova bisa dikatakan merupakan salah satu cara dari bintang untuk mengakhiri masa hidupnya. Nah, supernova itu sendiri memiliki peran yang sangat penting untuk bisa memahami Galaksi kita. Kenapa begitu?? Supernova memanaskan medium antar bintang, dan mendistribusikan elemen berat (elemen selain Hidrogen dan Helium merupakan elemen berat –red) keseluruh Galaksi dan mempercepat sinar kosmik.

Sebenarnya, supernova itu sendiri memiliki dua tipe, yakni supernova yang terjadi dari bintang massif tunggal dan supernova yang terjadi akibat transfer massa ke bintang katai putih dalam system bintang ganda. Perbedaan kedua tipe ini terletak pada proses pemicu terjadinya ledakan tersebut.

Supernova dari Bintang Tunggal bermassa besar
Bintang juga memiliki sebuah siklus hidup, dimana ia akan mengakhiri masa hidupnya suatu saat kelak. Salah satu caranya yah melalui Supernova. Tapi tidak semua bintang akan mengalami supernova. Supernova terjadi pada bintang yang massanya 8 kali massa matahari atau lebih massif dari Matahari. Nah, supernova akan terjadi ketika bintang tersebut tidak lagi memiliki cukup bahan bakar untuk proses fusi di inti bintang untuk memnciptakan tekanan keluar sehingga memicu terjadinya dorongan gravitasi kedalam massa bintang yang besar.

Pertama-tama, bagian luar bintang akan mengembang menjadi raksasa merah, sementara di bagian dalamnya, pusat bintang akan menghasilkan gravitasi dan memulai terjadinya pengerutan. Saat mengerut pusat bintang menjadi lebih panas dan rapat. Pada titik ini, sejumlah reaksi nuklir mulai terjadi….dan bisa menghentikan keruntuhan pusat bintag untuk sementara. Perlu diingat, Hanya Sementara. Saat di pusat bintang hanya tersisa besi, maka tak ada lagi pembakaran. Saat fusi tak lagi terjadi, dalam hitungan detik, bintang memulai fasa akhirnya yakni keruntuhan gravitasi. Temperatur di pusat bintang naik melebihi 100 miliar, kemudian pusat bintang mengalami tekanan dan mengecil namun kemudian mengembang secara tiba-tiba. Energi pengembangan ini ditransfer ke selubung bintang, yang kemudian memicu terjadinya ledakan dan menimbulkan gelombang kejut. Saat gelombang kejut ini bertemu dengan materi bintang di lapisan terluar, materi dipanaskan dan mengalami pembakaran membentuk elemen baru dan isotop radioaktif. Nah, gelombang kejut ini juga akan menyebabkan terlepasnya materi ke angkasa. Materi yang terlepas saat ledakan bintang terjadi saat ini dikenal dengan nama supernova remnant.

Ledakan Bintang katai Putih
Tipe lainnya dari Supernova melibatkan ledakan tiba-tibda dari bintang katai putih dalam system bintang ganda. Bintang katai putih merupakan titik akhir hidup bintang yang massanya sekitar 5 massa matahari. Katai putih sendiri memiliki massa kurang dari 1.4 massa matahari dan hampir seukuran Bumi.

Dalam sistem bintang ganda, bintang katai putih akan menarik sejumlah materi bintang pasangannya jika keduanya sangat dekat. Nah hal ini akan memicu terjadinya tarikan gravitasi pada objek yang rapat seperti katai putih. Pada saat materi yang ditarik ini ditransfer ke katai putih, dan saat massa bintang katai putih mencapai 1.4 kali massa Matahari, tekanan di pusat akan mencapai batas ambang bagi nuclei karbon dan oksigen untuk memulai pembakaran secara tidak terkontrol yang pada akhirnya menjadi pemicu terjadinya ledakan.

sumber

Oleh: demoffy | Desember 6, 2008

Magnetar, Medan Magnet Terkuat di Jagat Raya

By ivie • Nov 17th, 2008 at 9:17 am • Category: Bintang
xmm_picture1_m0
Impresi artis untuk Magnetar. Kredit : ESA
Bintang Netron merupakan sisa dari bintang masif (sekitar 10-50 massa Matahari) yang mengalami keruntuhan terhadap dirinya sendiri. Bintang ini tersusun dari neutron (partikel sub atom yang tidak bermuatan), dengan massa lebih besar dari massa Matahari (1,35 -2,1 massa Matahari) namun hanya berdiameter 20km.

Bintang ini sangat padat bahkan satu sendok teh materi bintang netron beratnya bisa mencapai 100 juta ton. Karakteristik lainnya dari bintang netron adalah rotasinya yang cepat dan medan magnetiknya yang kuat.

Magnetar merupakan kelas dalam Bintang Netron yang memiliki medan magnet ultra-kuat, diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari bintang netron normal dan menjadikan mereka magnet paling kuat di kosmos. Namun mengapa magnetar bisa tampak bersinar dalam penglihatan sinar X masih menjadi pertanyaan bagi para astronom.

Kali ini, data dari XMM-Newton and Integral orbiting observatories digunakan untuk menguji komponen sinar X dari magnetar.

Sampai saat ini sudah ada 15 magnetar yang ditemukan. Lima di antaranya dikenal sebagai soft gamma repeaters (SGRs) karena mereka secara sporadis menyemburkan letupan (sekitar 0,1detik) sinar gamma berenergi lemah dan letupan sinar X yang kuat. Sisa 10 magnetar lainnya diasosiasikan sebagai anomalous X-ray pulsars atau AXP’s.

Walaupun SGRs dan AXP’s pada awalnya diperkirakan sebagai objek yang berbeda, namun saat ini diketahui mereka memiliki karakteristik yang sama dan aktivitas yang terjadi di dalamnya berasal dari medan magnetnya yang kuat.

Magnetar memang berbeda dari bintang netron normal karena medan magnetik di dalam magnetar diperkirakan sangat kuat dan mampu memilin kerak bintang. Seperti sebuah sirkuit yang diberi tenaga oleh baterai raksasa, kemampuan memilin yang ada di magnetar bisa menghasilkan arus dalam bentuk awan elektron yang mengalir disekeliling bintang. Arus tersebut berinteraksi dengan radiasi yang datang dari permukaan bintang dan menghasikan sinar-X.

Sampai saat ini para peneliti masih belum bisa menguji prediksi yang mereka buat karena tidak mungkin untuk memproduksi medan magnet ultra-kuat dalam laboratorium di Bumi.

Nah untuk memahami fenomena ini, tim yang dipimpin oleh Dr. Nanda Rea dari University of Amsterdam menggunakandata dari XMM-Newton and Integral untuk mencari awan elektron yang rapat di sekeliling magnetar untuk pertama kalinya.

Tim Rea berhasil menemukan bukti kalau arus elektron yang besar memang ada dan bisa diukur kerapatannya yang ternyata memang ribuan kali lebih kuat dari pulsar normal. Mereka juga megukur tipe kecepatan saat arus elektron ini melemah. Dengan data ini dibuat hubungan antara fenomena yang didapat dari observasi dengan proses fisisnya. inilah yang merupakan kunci penting dalam memecahkan teka teki objek langit yang satu ini.

Saat ini Rea dan timnya sedang mencoba membangun dan menguji model yang lebih detil untuk bisa memberi pemahaman yang lebih lanjut akan pengaruh medan magnet yang kuat seperti pada magnetar.

Sumber : ESA

dan langit selatan

Oleh: demoffy | Desember 6, 2008

Tiga Mahasiswa Menemukan Planet di Luar Tata Surya

By Ratna Satyaningsih • Dec 4th, 2008 at 8:24 pm • Category: Extrasolar Planet
Penemuan exoplanet bukan lagi sesuatu yang baru. Tapi, setiap penemuan adalah unik dan memperkaya pengetahuan akan exoplanet (dan pada akhirnya menuju pemahaman akan Tata Surya kita sendiri). Apa menariknya penemuan kali ini?

phot-45b-08-preview

Tiga mahasiswa Universitas Leiden, penemu exoplanet OGLE2-TR-L9 b. Kredit : Observatorium Leiden
Pertama, ditemukan oleh mahasiswa tingkat sarjana. Kedua, planet yang ditemukan itu sendiri memang unik. Sepanjang sejarah penemuan exoplanet, baru kali ini ditemukan planet yang mengorbit bintang yang rotasinya sangat cepat. Bintang itu juga bintang terpanas yang sejauh ini dideteksi memiliki planet.

Mahasiswa-mahasiswa itu adalah Meta de Hoon, Remco van der Burg, dan Francis Vuijsje. Mereka terhimpun dalam proyek riset di bawah bimbingan Dr. Ignas Snellen. Proyek ini sebenarnya bertujuan untuk membimbing mahasiswa bagaimana mengembangkan algoritma pencarian exoplanet. Suatu ketika mereka menguji algoritma yang telah mereka susun pada database yang belum ditelaah. Dan, voila!, mereka menemukan ada yang tak biasa pada kurva cahaya dari data yang mereka olah. Ada perubahan dalam kecerlangan salah satu bintang (OGLE-TR-L9, salah satu dari 15700 bintang target proyek OGLE – Optical Gravitational Lensing Experiment) akibat adanya planet yang melintas di depan si bintang atau dikenal dengan istilah transit. Satu planet mengorbit bintang yang berputar cepat dan sangat, sangat panas, 1200 derajat lebih panas dari Matahari!

Ilustrasi planet OGLE2-TR-L9 b mengorbit bintang induknya. Kredit :ESO/H. Zodet
Benarkah itu sebuah planet dan bukan katai cokelat? Observasi follow-up diambil untuk mengujinya. Digunakanlah Very Large Telescope milik ESO (European Southern Observatory, organisasi Eropa yang didedikasikan untuk riset astronomi, khususnya untuk mengamati langit belahan selatan) dan tak diragukan lagi bahwa memang itu planet.

phot-45a-08-preview
Seperti apa sih planet yang ditemukan? Massanya lima kali lebih besar dari massa Jupiter tapi jaraknya 0,03 kali jarak Bumi-Matahari. Ingat, jarak Bumi-Matahari kurang lebih 150 juta km (1 Satuan Astronomi). Jadi, terbayang kan betapa panasnya planet yang diberi nama resmi OGLE2-TR-L9 b tapi oleh penemunya dipanggil ReMeFra-1, gabungan dari nama Remco, Meta, dan Francis.
Sumber: ESO Science Release

Catatan pribadi penulis:
Pendeteksian exoplanet menjadi salah satu proyek riset Program Studi Astronomi ITB. Harapan penulis pribadi berita ini kiranya bisa semakin mendorong minat riset di kalangan mahasiswa astronomi, khususnya di bidang exoplanet.

sumber

Oleh: demoffy | Desember 6, 2008

my banner

Tiba-tiba terlintas untuk membuat sesuatu yang beLum pernah aku Lakukan.. Aku mencoba untuk membuat sesuatu yang disebut banner.. Ya agak jeLek sie tapi lumayan untuk diLihat.. ni dia..
cooltext406993180 kodenya…

<img class=”aligncenter size-full wp-image-137″ title=”cooltext406993180″ src=”https://archymoffy.files.wordpress.com/2008/12/cooltext406993180.gif” alt=”cooltext406993180″ width=”200″ height=”50″ />

ya cuma seperti itu yang aku bisa, apa aku lagi ngantuk ya…😕 teman-temen juga boleh ngedapetinnya… ntar kita bisa join… ok.🙂

Oleh: demoffy | Desember 6, 2008

MENGAPA SEMUT TIDAK DIMANGSA SI KANTONG SEMAR?

kantongsemar1

Di dalam kantung tumbuhan “kantong-semar“ Nepenthes bicalcarata yang hidup di sebelah India Timur, hiduplah koloni semut. Tumbuhan ini bentuknya seperti teko dan memangsa serangga yang menghinggapinya. Meskipun demikian, semut bebas bergerak dan mengambil sisa-sisa serangga dan bahan makanan lainnya dari tumbuhan ini.
Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak, semut dan tumbuhan. Meski semut mungkin saja dimakan Nepenthes, mereka dapat membangun sarang pada tumbuhan ini. Sang tumbuhan juga menyisakan jaringan tertentu dan sisa-sisa serangga untuk semut. Dan sebagai balasannya, semut melindungi tumbuhan dari musuhnya.
Pada gambar, kita dapat melihat tumbuhan kantong semar sebagai “perangkap serangga”. Namun, serangga-serangga tertentu lolos dari jebakan tumbuhan kantong semar. Misalnya, semut dapat hidup berdampingan dengan kantong semar. Secara ajaib, tumbuhan ini tidak mempedulikan keberadaan semut.
Begitulah contoh hubungan kehidupan antara tumbuhan dan semut. Bentuk anatomi dan fisiologi semut dan tumbuhan inangnya telah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan hubungan timbal balik antara keduanya. Meskipun para pembela teori evolusi menyatakan bahwa hubungan antarjenis makhluk hidup ini berkembang secara berangsur-angsur selama jutaan tahun, tetapi tentu saja pernyataan yang mengatakan bahwa dua makhluk yang tidak memiliki kecerdasan ini dapat sepakat merencanakan suatu sistem yang menguntungkan kedua belah pihak tidaklah masuk akal. Lalu, apa yang menyebabkan semut hidup pada tumbuhan?
Semut cenderung tinggal pada tumbuhan karena adanya cairan bernama “nektar tersisa” yang dikeluarkan tumbuhan. Cairan nektar ini merupakan daya tarik bagi semut untuk mendatangi tumbuhan. Banyak spesies tumbuhan yang terbukti mengeluarkan cairan ini pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pohon ceri hitam menghasilkan cairan ini hanya tiga minggu dalam setahun. Tentu pengeluaran cairan pada waktu ini bukan kebetulan karena waktu tiga minggu ini bertepatan dengan satu-satunya waktu sejenis ulat menyerang pohon ceri hitam. Semut yang tertarik pada nektar dapat membunuh ulat ini serta melindungi tumbuhan.

Hanya dengan menggunakan akal sehat, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah bukti hasil penciptaan. Akal sehat tidak mungkin bisa menerima bahwa pohon ini dapat memperhitungkan kapan bahaya akan menyerang lalu memutuskan bahwa cara terbaik untuk melindungi dirinya adalah dengan cara menarik perhatian semut serta mengubah struktur kimianya. Pohon ceri tidak punya otak. Oleh karena itu, ia tidak dapat berpikir, memperhitungkan, maupun mengubah campuran kimianya. Bila kita menganggap bahwa cara cerdas ini adalah sifat yang diperoleh dari suatu kebetulan, yaitu dasar berpikir evolusi, tentu ini tidaklah masuk akal. Jelas sekali bahwa pohon ini telah melakukan sesuatu yang didasarkan pada kecerdasan dan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa sifat tumbuhan ini telah terbentuk karena adanya sebuah Kehendak yang telah menciptakannya. Bila kita merujuk pada segala bentuk pengaturan yang dibuat-Nya, jelas sekali bahwa Dia tidak hanya berkuasa atas pohon, tetapi juga atas semut dan ulat. Jika penelitian dilakukan lebih jauh lagi, tentunya dapat diketahui bahwa Dia berkuasa atas semesta alam dan telah mengatur setiap bagian alam secara terpisah namun serasi dan selaras, sehingga membentuk sebuah rangkaian sempurna yang kita kenal sebagai “keseimbangan ekologi”. Bila kita berpikir lebih jauh dan meneliti bidang-bidang lain, seperti geologi dan astronomi, kita akan sampai pada gambaran yang serupa. Ke mana pun kita melangkah, kita akan menyaksikan berjuta sistem yang berfungsi dengan selaras dan teratur sempurna. Semua sistem ini menunjukkan keberadaan Sang Pengatur. Meskipun demikian, tidak satu pun unsur pembentuk alam ini yang mampu berfungsi sebagai Sang Pengatur itu. Oleh karena itu sang pengatur haruslah Dia Yang Maha Tahu dan Mahakuasa atas alam semesta. Al Quran menggambarkan Sang Penguasa sebagai berikut:
“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadanya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(QS. Al-Hasyr, 59:24)

sumber: harunyahya

Oleh: demoffy | Oktober 18, 2008

Hotel di bawah laut terbesar berada di Dubai


Satu lagi “keajaiban” yang akan dibuat oleh negara Dubai selain gedung tertinggi di dunia yang pernah kami bahas sebelumnya.Dubai berencana akan membangun hotel di dalam air dengan kedalaman sekitar 20 meter dengan nama Hydropolis dan akan mempunyai 220 kamar yang berbentuk seperti gelembung

Pada bagian dasar hotel akan terdapat sebuah terowongan dengan panjang 515 meter yang dapat mengantar penumpang untuk melihat keindahan bawah laut dengan kereta otomatis.

Hotel ini rencananya akan selesai pada tahun 2009 dan akan “menelan” biaya sekitar US$ 600 juta.

sumber

Topan raksasa di kutub utara (kiri) dan kutub selatan Planet Saturnus.

Selasa, 14 Oktober 2008 | 08:42 WIB

JAKARTA, SELASA — Untuk pertama kalinya, topan raksasa yang terbentuk di dekat kutub utara Planet Saturnus menguat hingga 10 kali lipat dari kondisi sebelumnya. Kekuatannya setara dengan topan raksasa yang terdeteksi di bagian selatan planet tersebut.

Diameter topan diperkirakan sekitar 120 kilometer. Pusaran anginnya bergerak dengan kecepatan 530 kilometer per jam atau dua kali lipat kekuatan badai terkuat di Bumi.

“Ini adalah topan raksasa, ratusan kali lebih kuat daripada badai raksasa terbesar di Bumi,” ujar Kevin Baines, ilmuwan yang terlibat dalam misi Cassini di Laboratorium Propulsi Jet.

Ditemukannya sejumlah badai di kutub utara maupun kutub selatan planet tersebut menunjukkan dinamika atmosfer di atas permukaannya. Di dalam topan tersebut Baca Lanjutannya…

Oleh: demoffy | Oktober 18, 2008

Misteri Hilangnya Cincin Saturnus

By pramesti • Mar 20th, 2008 at 10:41 pm • Category: Planet

Para astronom amatir di seluruh dunia saat ini memperhatikan perubahan yang sama pada Saturnus: Cincin Saturnus yang lebar menipis menjadi garis tipis. Efrain Morales Rivera mengirimkan gambar berikut yang diambil dari halaman belakang rumahnya di Aguadilla, Puerto Rico.

Efrain Morales Rivera
Perbandingan saturnus di tahun 2007 dan 2008. Kredit Gambar : Efrain Morales Rivera

“Cincin-cincin Saturnus telah menipis sekali dalam setahun ini”, katanya. Daerah Cassini atau Cassini Division (suatu daerah gelap dalam cincin Saturnus yang dinamakan Cassini) mulai sulit diamati. Fenomena yang sama terjadi empat ratus tahun lalu dan sempat memusingkan Galileo, sebagai orang pertama Baca Lanjutannya…

(Erabaru.or.id) Apatosaurus adalah suatu binatang laut melata raksasa yang hidup 150 juta tahun silam pada zaman prasejarah yang sudah punah, termasuk binatang yang hidup bersama Dinosaurus pada zaman Jura. Pada 5 Oktober lalu, ilmuwan asal Norwegia mengumumkan, bahwa mereka menemukan fosil Apatosairus yaitu binatang laut raksasa prasejarah di kepulauan Svalbard Kutub Utara. Menurut berita, ini merupakan fosil kerangka pertama Apatosaurus yang terawat utuh yang ditemukan manusia saat ini.

Seorang tokoh dari museum sejarah alam Universitas Oslo, Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori